Purwarupa Pemanfaatan Sensor Cahaya dan Sensor Gerak dalam pengimpementasian Lampu Otomatis

Modul Sensor gerak PIR HC-SR501 dan Sensor Cahaya Atmega 328


    Beban lampu penerangan dalam suatu ruangan lazimnya dioperasikan secara manual oleh manusia. Dengan kemajuan teknologi saat ini, campur tangan manusia dalam operasional berusaha dikurangi. Saklar otomatis akan dapat memudahkan operasional. Efektif dan efisien untuk menghindari lampu yang menyala sia-sia tanpa ada aktifitas. Tujuannya tak lain untuk menghindari pemborosan energi listrik.

    Tubuh manusia menghasilkan energi panas yang diradiasikan dengan infra merah. Radiasi panas tubuh manusia akan diterima sensor untuk respon masukan rangkaian. Rangkaian lengkap terdiri dari passive infrared sensor, lensa fresnel, rangkaian utama, power supply, LDR dan beban lampu penerangan. Pada intinya PIR dan LDR ini akan menjadi driver transistor. Transistor yang berfungsi sebagai saklar elektronik yang akan memutus dan menghubungkan beban lampu penerangan.


Cara kerja Light Dependent Resistor (LDR)


    Light Dependent Resistor atau disingkat dengan LDR adalah jenis Resistor yang nilai hambatan atau nilai resistansinya tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya. Nilai Hambatan LDR akan menurun pada saat cahaya terang dan nilai Hambatannya akan menjadi tinggi jika dalam kondisi gelap. Dengan kata lain, fungsi LDR (Light Dependent Resistor) adalah untuk menghantarkan arus listrik jika menerima sejumlah intensitas cahaya (Kondisi Terang) dan menghambat arus listrik dalam kondisi gelap


Cara kerja Sensor gerak PIR HC-SR501 



Sensor Passive Infrared Receiver (PIR), sensor ini merupakan sensor berbasis infrared  namun tidak sama dengan IR LED dan fototransistor. Perbedaan dengan IR LED adalah sensor PIR tidak memancarkan apapun, namun sensor ini merespon energi dari pancaran infrared pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang terdeteksi olehnya. Salah satu benda yang memiliki pancaran 
    Modul sensor gerak PIR HC-S5501 adalah sebuah modul yang berfungsin untuk mendeteksi gerakan disekitar sensor dengan memanfaatkan teknologi infrared. Modul ini dapat diatur tingkat sensitifitas dan juga tingkat delay sensor. Tegangan kerja dari modul ini adalah +5 volt DC.


Cara kerja Sensor Atmega 328 sebagai otak pemrosesan



Hubungan ketiga alat tersebut

Membuat sebuah lampu otomatis dengan penerangan ruangan berdasarkan keberadaan manusia dan mempertimbangkan cahaya dalam suatu ruangan dalam upaya membantu pemghematan penggunaan energi listrik.

Apabila ada gerakan yang terdeteksi pada Sensor gerak PIR HC-SR501 maka akan mengirimkan respon kepada Atmega 320 untuk segera di proses oleh sensor Light Dependent Resistor (LDR)


Bentuk pemanfaatannya

Salah satu bentuk pemanfaatannya ialah menggunakan teknologi Smart Lamp yang sudah terhubung dengan IOT, pemanfataanya berupa lampu yang dipasang pada lorong-lorong, lemari dan bahkan tangga. Dapat mendeteksi apabila ada gerakan maupun cahaya maka akan dapat menyala dengan sendirinya yang sangat berguna untuk menghemat listrik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANCANG BANGUN JEMURAN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR DC SERTA SENSOR AIR DAN SENSOR CAHAYA BERBASIS ARDUINO

Tugas Dokuemtasi Penunjang Aplikasi Robotika

Perancangan Robot Pemindah Barang